Yusanur Wenda
Sedang dalam tahanan

Tanggal LahirTidak diketahui
DakwaanPasal 106 KUHP
Tanggal Penahanan20/01/2005
Ringkasan KasusTertuduh membakar sebuah sekolah dan sebuah bangunan umum di daerah Wunin, Kabupaten Tolikara
Vonis17 tahun
KeprihatinanPenahanan sewenang-wenang
Ambil Tindakan
ifnofoto

Yusanur Wenda ditahan pada bulan Januari 2005 di Kecamatan Wunin, Pegunungan Tengah, Papua. Bersama dengan sedikitnya 6 orang lainnya, Wenda tertuduh menyebabkan kebakaran disebuah sekolah setempat dan bangunan pemerintah setempat, dan akhirnya ditahan karena diduga menjadi anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Kami percaya bahwa 7 orang yang didakwa akibat dari insiden tersebut adalah Limanus/Lewanus Wenda, Yotimin/Yoimin Weya, Similes Gire Tabuni, Yohan/Yowan Hiluka, Manase Telenggen, Yusanur/Yus Wenda, Nipenua Wenda. Terdapat segumpulan orang lainnya yang ditahan pada waktu itu, termasuk Natan Wenda, Benius Kogoya, John Hiluka, Solimin Weya, tetapi tidak diketahui apakah mereka terus berada dalam tahanan, ataukah mereka disidangkan.

Informasi mengenai penangkapan dan persidangan kasus ini jauh dari lengkap. Upaya mencari tahu bagaimana kejadian sesungguhnya yang terjadi di Wunin pada awal 2005 lebih lagi disulitkan dengan kenyataan bahwa masing–masing sumber berita menggunakan pengejaan yang berbeda–beda untuk penamaan orang–orang yang tertangkap. Walaupun begitu, advokat HAM di Papua terus menganggap Yusanur Wenda sebagai tahanan politik.

Peristiwa penahanan di Wunin sempat menjadi perhatian utama di berita nasional Indonesia, karena Kelly Kwalik, ketua OPM yang cukup terkemuka, dilaporkan juga ikut menjadi salah satu diantara yang tertahan. Meskipun banyaknya laporan dan mendapat banyak publisitas, masih terdapat keraguan tentang berapa banyak orang yang tertahan dan pada tanggal berapa. Sebuah artikel yang dimuat dalam harian Kompas menyebut bahwa 7 orang ditahan oleh Brigade Mobil (Brimob) pada tanggal 22 Januari 2005. Dalam artikel lainnya pada harian Kompas, Yusanur Wenda disebut sebagai salah satu yang tertahan. Dalam artikel yang dimuat dalam Cendrawasih Pos, disebutkan bahwa 6 orang yang terduga menjadi anggota OPM ditahan pada tanggal 21 Januari, dan juga bersama mereka juga ikut serta ditahan tiga orang yang sebelumnya ditahan karena terduga ikut andil dalam pembakaran–pembakaran tersebut. Nama Yusanur Wenda tidak disebut dalam daftar 9 orang yang disebut dalam artikel ini.

Bapak pendeta Socratez Sofyan Yoman, ketua Gereja Baptist Papua Barat, menulis sebuah laporan mengenai sebuah insiden tertanggal 30 Januari 2005. Selain daripada laporan–laporan dari media massal pada umumnya, laporan beliau tersebut merupakan salah satu dari beberapa sumber laporan indipenden mengenai apa yang terjadi pada kejadian tersebut. Pendeta Yoman mendaftarkan delapan nama orang yang tertahan dan melaporkan bahwa mereka adalah penduduk sipil biasa, bukan pejuang OPM. Nama Yusanur Wenda tidak tersebut dalam daftar tersebut, tetapi terdapat kemungkinan bahwa namanya terdaftar dengan nama alias lain. Beliau juga menjelaskan bahwa penduduk dataran tinggi papua maupun anggota OPM tidak akan membakar sekolah karena hal itu bukanlah apa yang mereka perjuangkan. Menurut bapak pendeta Yoman, utusan gereja maupun anggota keluarga para tahanan tidak diperbolehkan menemui para mereka yang tertahan.

Beberapa hari setelah penahanan tersebut, komandan militer Indonesia Nurdin Zainal akhirnya menjelaskan bahwa bukanlah Kelly Kwalik yang tertangkap, melainkan seorang bernama Manase Telenggen. Bahwasanya Bapak Telenggen memberikan namanya sebagai Kelly Kwalik saat tertangkap ataukah kekeliruan itu sengaja disebabkan oleh pihak militer Indonesia, masih belum jelas. Bapak pendeta Yoman dan juga Sekretariat untuk Keadilan dan Perdamaian (SKP) yang menganalisa situasi tersebut dalam laporan mereka ‘Papua aktual,’ mengira kekeliruan yang sengaja disebabkan pihak militer lebih masuk akal. Mereka menunjukkan bahwa kekeliruan tersebut menyebabkan opini publik yang keliru, dan menyebabkan tidak adanya laporan kelanjutan mengenai identitas sesungguhnya dari kelompok yang tertahan tersebut, dan apakah mereka betul–betul bersangkutan dalam kekerasan yang dituduhkan terhadap mereka dalam pengadilan. SKP dan pendeta Yoman percaya bahwa taktik tersebut menciptakan kesan bahwa daerah dataran tinggi Papua Barat merupakan daerah konflik, sehingga membenarkan keberadaan pihak militer didaerah tersebut.

Mengenai kejadian pembakaran yang sebenarnya, sebuah artikel diterbitkan oleh West Papua News pada tanggal 15 Januari 2005 (beberapa hari setelah penahanan terjadi) dan diposting online pada beberapa website–website berbeda. Laporan tersebut melaporkan bahwa anggota militer dan anggota Kopassus tiba pada jam 08:00 dan mulai membakar semua rumah di sebuah kampung berikut dengan bangunan–bangunan umum. Pasukan Brimob juga dilaporkan hadir, dan datang dengan helikopter angkatan udara.

Belum terdapat laporan mengenai kondisi hukuman penjara, kasus pengadilan, ataupun dakwaan yang menimpa mereka yang tertahan.

Pada tanggal 4 Juni 2012 terjadi insiden pelarian diri dari Lembaga Pemasyarakatan Wamena, dan empat tahanan dari kasus ini dilaporkan telah kabur dari penjara tersebut. Empat orang terdaftar dan tertuduh melakukan kegiatan ‘makar’ termasuk Yostimin Weya, Yohan Hiluka, Manase Talenggen, dan Limanus Wenda. Kejadian ini memungkinkan adanya sedikit konfirmasi bahwa mereka yang ditahan pada tahun 2005 masih berada dalam penjara, dan tiga tahanan lainnya, termasuk Yusanur Wenda, sangat mungkin masih berada dalam tahanan.

Sumber-sumber
Kompas, “Pemimpin OPM Keli Kwalik ditahan di Jayapura”, 27 January 2005, posted on http://www.prakarsa-rakyat.org/artikel/news/artikel.php?aid=911

Kompas, “Keli Mengakui Kegiatan Makar di Papua”, 28 January 2005, posted on http://groups.yahoo.com/group/indonesia_damai/message/36306

Cenderawasih Pos, “Serang petuga, 42 napi lapas Wamena kabur,” 5 June 2012, http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=5686

Cenderawasih Pos, “6 Orang diduga anggota TPN/OPM di tangkap” [undated], posted on http://groups.yahoo.com/group/Komunitas_Papua/message/2971

Socratez Sofyan Yoman, “Laporan Peristiwa Tolikara”, 30 January 2005, http://groups.yahoo.com/group/tribal-melanesia/message/2223

TNI website, “Pangdam : Itu bukan Kelly yang dikenal umum”, [undated] http://tni.mil.id/index2.php?page=detailnas.html&nw_code=753

Sekretariat Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Jayapura, Papua Aktual, Jan-Mar 2005, available from SKP or TAPOL.

West Papua News, “Houses, Churches and Public Buildings burnt,” 15 January 2005, http://santacruz.indymedia.org/newswire/display/14608/index.php

Di update: 4 Januari 2013

FacebookTwitterGoogle+Share