Update-update terakhir

  • Januari 2015: Kehadiran aparat keamanan yang berat membawa ketidakstabilan ke masyarakat asli Papua

    Setidaknya 78 orang ditangkap di kampung Utikini, Timika berikut penembakan dua anggota Brimob dan satu satpam Freeport; Ribuan orang melarikan diri dari kekerasan berikut laporan penyiksaan, penganiayaan dan pembakaran rumah oleh aparat keamanan – Siswa dipukul berat dan ditembak oleh anggota Brimob karena tidak mampu membayar makanan warung – Koreksi tentang insiden Paniai Berdarah – Kelompok hak asasi manusia mendesak Komnas HAM untuk membentuk Komisi Penyelidikan Pelanggaran HAM agar dapat membawa pelaku Paniai Berdarah ke pengadilan

  • Desember 2014: Paniai Berdarah: kebrutalan militer mengancam janji Jokowi untuk hak asasi manusia di Papua

    Paniai Berdarah: enam tewas, setidaknya 22 lain mederita luka dalam penembakan membabi buta oleh aparat militer dan kepolisian saat protes terhadap penyiksaan dan penganiayaan tiga anak-anak Papua – Setidaknya 26 orang Papua ditangkap dan dianiaya, beberapa di antaranya disiksa di Puncak Illaga, Mimika dalam serangan balasan – Yosep Siep dirawat di rumah sakit akibat sakit dialami karena disiksa saat penangkapannya

  • November 2014: KNPB tetap kelompok masyarakat sipil Papua yang paling ditargetkan

    101 penangkapan KNPB sepanjang tahun ini – 28 orang ditangkap bulan ini berkaitan dengan kegiatan peringatan perayaan hari ulan tahun keenam KNPB – Polisi terus menggunakan UU Ormas untuk mendelegitimasikan KNPB – 12 tahanan dalam kasus Boikot Pilpres di Nimbokrang dibebaskan melalui penangguhan penahanan – Kondisi penangguhan penahanan ketat bertujuan untuk menghalangi aktivis Papua dari menggunakan hak mereka untuk protes secara damai – Linus Hiel Hiluka dan Kimanus Wenda dianiaya oleh polisi – Areki Wanimbo menghadapi dakwaan permufakatan jahat untuk melakukan makar yang membawa hukuman penjara maksimal enam tahun

  • Oktober 2014: ‘Yotefa Berdarah’: polisi menutup mata terhadap tindakan kekerasan terhadap orang asli Papua

    Yotefa Berdarah menunjuk polisi menutup mata terhadap penyiksaan umum dan kekerasan ekstrem terhadap orang pegunungan asli Papua – Areki Wanimbo masih menghadapi dakwaan permufakatan jahat untuk melakaukan makar sementara waratawan Perancis dibebaskan selepas 11 minggu dalam penahahan 46 orang ditangkap di demonstrasi mendesak pembebasan waratawan Perancis

  • September 2014: Budaya impunitas di Papua mengancam hak asasi manusia dan demokrasi

    Laporan baru atas serangan terhadap pengacara hukum HAM di Papua – Keterlibatan polisi dalam memperbolehkan kekerasan di Lanny Jaya dan Abepura – Seorang asli Papua disiksa secara umum, dimutilasi dan dibunuh oleh sekelompok pemuda non-Papua – 18 orang dalam kasus Boikot Pilpres di Wamena disiksa oleh anggota militer dan polisi – Pihak Indonesia gagal untuk membuat penyelidikan atas pembunuhan Martinus Yohame

  • Agustus 2014: Tindakan keras yang meluas terhadap masyarakat sipil semakin menguat

    Keperkuatan tindakan keras terhadap pengacara hukum, aktivis, pembela HAM, pendeta, kepala suku dan wartawan – Penahanan dua wartawan Perancis dan seorang kepala suku Papua menyoroti perbatasan berlanjut terhadap akses ke Papua – Tindakan keras yang meluas ke atas KNPB – Ketua KNPB Sorong Martinus Yohame dibunuh – Penangkapan massal berterus di wilayah Nimbokrang – Situasi kemanusiaan di Lanny Jaya menjadi perhatian khusus

  • Juli 2014: Penangkapan semasa pemilu menandakan kurangnya hak demokrasi di Papua

    Jumlah tercatat tertinggi atas penangkapan bernuansa politik pada tahun 2014 – Kebanyakan mereka yang ditangkap menghadapi penganiayaan – Kebanyakan penangkapan berkaitan dengan boikot Pilpres 9 Juli – Lebih penangkapan berkaitan dengan perbedaan pendapat internal di antara pihak berwenang di UNCEN dan mahasiswa – Perkembangan yang mengkhawatirkan atas pengunaan kekuatan yang berlebihan, penggunaan senjata api tidak sesuai dengan prosedur dan pembunuhan di luar hukum di peristiwa di pasar Youtefa

  • Juni 2014: RUU Ormas baru digunakan untuk mendukung represi polisi di Papua

    KNPB menjadi target utama bulan ini, dengan penangkapan setidaknya 24 anggota – RUU Ormas baru digunakan untuk medelegitimasikan dan mengendalikan kelompok masyarakat sipil pribumi – Laporan penangkapan menjelang tanggal 1 Juli dan Pilpres Indonesia pada tanggal 9 Juli – Orang Papua bekerwargaan Belanda ditangkap di Den Haag karena mengibarkan bendera Bintang Kejora secara damai

  • Mei 2014: Kebebasan berkespresi terancam oleh agenda korporasi dan institusi

    Keterlibatan korporasi dalam pelanggaran hak asasi manusia – Peran Freeport dalam konflik di Timika disoalkan – Penggunaan senjata api tidak sesuai dengan prosedur menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan orang Papua – Mahasiswa UNCEN Samuel Womsiwor terus ditahan dibawah perintah pihak universitas – Laporan penangkapan dan penyiksaan memberi kesan memburuknya linkungan dari terror dan pengawasan di Merauke

  • April 2014: Penyiksaan tahanan tetap luas di Papua

    Penyiksaan tetap luas di Papua dengan laporan atas 12 kejadian baru di Nabire, Sasawa dan Jayapura – Bukti foto yang tidak dapat dibantah atas penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan dalam kasus pengibaran bendera Yalengga dari 2010 – Demonstrasi di sembilan kota yang meliputi seluruh dunia menyerukan pembebasan 76 tahanan politik – Polisi lagi mengadopsi strategi stigma terhadap aktivis politik

  • 1 2 3 4 5